inilah sejatinya developer dibutuhkan mental baja

Nama Panggilan :
Alamat Email :

inilah sejatinya developer, Butuh kematangan untuk membedakan antara greedy (serakah) dan opportunity (peluang), seperti kisah nyata berikut ini :

pengusaha property

Ada developer sebut saja Trump, dia membeli lahan untuk dibangun perumahan di Depok. Kemudian mulailah jualan gambar rumah melalui web, brosur yang ciamik dst. Dan akhirnyanya dapat pembeli tapi ternyata selanjutnya penjualan tidak selancar harapan.

Kemudian Trump dapat info ada lahan dijual di Jakarta, Trump pun menawar lahan tersebut dengan skema bayar sebagian dulu/tempo, sisanya menunggu pemasukan dari unit berikutnya Depok.

Apa yang terjadi kemudian? Dana yang didapat dari Depok digunakan untuk membayar sebagian lahan di Jakarta sehingga rumah di Depok pun tersendat pembangunannya.

Kemudian, untuk mendapatkan pemasukan maka Trump kembali jualan gambar proyek Jakarta dan dapatlah beberapa pembeli. Dana tersebut digunakan untuk membangun proyek Depok yang penjualannya tersendat dan untuk segera serah terima karena buyer sudah lama menunggu.

Buyer proyek Jakarta mulai marah karena harusnya rumah sudah mulai terbangun. OK lah untuk mendinginkan suasanan, maka Trump membangun pondasi terlebih dahulu di proyek Jakarta. Alih-alih sudah ada pondasi maka Trump meminta untuk pembayaran termin berikutnya. Buyer pun setor cicilan selanjutnya.

Apa yang kemudian terjadi ?
Dana dari Jakarta lari ke Depok semua, sementara proyek Depok tidak ada pemasukan dari penjualan karena penjualan yang seret. Proyek Depok pun tidak bisa selesai on-schedule karena dana habis dan proyek terlihat mangkrak; sementara para pembeli di proyek Jakarta marah-marah dan mengancam akan membawa ke ranah hukum.

Kemudian? Trump menjual murah proyek Depok, bahkan tidak untung pun tidak mengapa asalkan Trump tidak dibawa ke ranah hukum. Dana-nya digunakan untuk refund para pembeli di proyek Jakarta dan pemilik tanah Jakarta meng-cancell penjualan karena Trump gagal bayar di termin-2 dst.

Proyek Jakarta pun gagal dan terlanjur sudah terbangun pondasi-pondasi dan proyek Depok mangkrak karena kehabisan modal. Calon pembeli pun tidak berminat karena berpikir bahwa developer ini bermasalah.

Niat mendapatkan profit sebesar-besarnya dengan financial engineering sedemikian rupa malah berujung buntung. Jadi, kita harus mature dan bisa membedakan antara opportunity dengan greedy. Sekiranya di luar kemampuan kita, tidak perlu kita ambil, mungkin belum waktunya, mungkin capacity kita belum cukup.

He who is GREEDY is always in want !

Status FB : Pamuji

Nama Panggilan :
Alamat Email :

Leave a Reply